Selasa, 30 Juni 2015

Waspada Panas Tinggi dan Kejang Pada Anak!

Tags


Perasaan panik di alami para orang tua jika sang buah hati sakit. Pada anak-anak, rentan sekali penyakit karena antibodi belum sepenuhnya terbentuk. Antigen yang masuk membuat sang anak akan menjadi rewel. Sakit yang di alami lebih kepada demam, pilek dan batuk.


Akan tetapi, jika sang buah hati mengalami panas tinggi berhari-hari dan di sertai kejang harus waspada. Di takutkan demam tersebut bukan demam biasa. Melainkan tifus atau bisa juga epilepsi. Namun, belum tentu panas tinggi badan anak akan lebih rentan kejang.

Misalkan, panas anak pada suhu 40 derajat tapi tidak mengalami kejang. Tetapi, suhu yang 38 derajat malah mengalami kejang. Artinya ambang rasanya rendah, sehingga sebelum 38 derajat kejang harus di berikan obat penurun panas.

Kabiasaan orang tua, jika anak mengalami demam akan langsung membawanya ke dokter. Hal ini memang merupakan pencegahan atau pengobatan yang baik. Tentu dengan resep obat berdasarkan anjuran dari dokter dan itu tidak sembarangan.

Epilepsi sendiri merupakan penyakit neurologi menahun yang bisa mengenai siapa saja d dunia tanpa batasan usia, jenis kelamin, ras maupun sosial ekonomi. Berbagai studi menunjukan prevalensi aktif 8,2 per 1000 penduduk dengan angka insidensi 50 per 100 ribu penduduk. Di indonesia di perkirakan jumlah penyandang epilepsi 1,1-8,8 juta dengan angka insiden 50-70 kasus per 100 ribu penduduk.

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon