Jumat, 03 Juli 2015

Apakah Pantangan Ibadah Puasa Bagi Penderita Hipertensi?

Tags


Umat Islam sangat senang jika bulan Ramadhan tiba. Segala keberkahan dan pahala yang berlipat ganda akan kita dapat dengan menjalani ibadah puasa dan amalan-amalan lainnya. Bagi orang sehat, puasa sangat membuat tubuh menjadi tambah sehat. Namun, bagaimana ibadah puasa bagi yang sakit atau yang mempunyai suatu penyakit?


Selagi kuat menahan lapar dan dahaga, kita akan tetap melanjutkan puasa. Ketika sakit tubuh kita akan mengalami kolaps atau down. Seperti orang yang menderita penyakit hipertensi atau darah tinggi.

Menurut dokter Muslikha Tri Astuti, dokter pelaksana harian puskesmas pandanaran Semarang, seseorang yang mengalama hipertensi boleh melaksanakan ibadah puasa. Jika hipertensi tanpa komplikasi akan lebih sehat jika berpuasa. Kecuali, bagi penderita yang fungsi ginjalnya terganggu karena tingkatan hipertensi yang dengan komplikasi ke ginjal tersebut akan membuat keseimbangan cairan terganggu.

Untuk penderita hipertensi,  ada beberapa anjuran memanajemen pola asupan makanan. Hindari makanan asin, berlemak, makanan kaleng dengan pengawet karena natrium yang terkandung dalam pengawetnya sangat tinggi dan minuman kopi karena mengandung kafein yang dapat menaikkan heart rate jantung.

Pilihlah menu makanan sayuran dan buah-buahan yang mengandung kalium. Kalium akan membuat relaksasi pembuluh darah agar tidak kaku. Buah dan sayuran  yang mengandung kalium yaitu belimbing, pisang, tomat, melon, seledri dan kurma.

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon