Jumat, 17 Juli 2015

Berkuda Sambil Menikmati Bangka Botanical Garden

Tags


Aktivitas pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Menurut catatan sejarah, sejak awal abad 18, pasir timah di Bangka dan Belitung telah dieksploitasi oleh penjajah colonial Belanda. Untuk memenuhi tenaga kerja tambang, Belanda mendatangan kaum pria dari Tiongkok yang tersebar di sejumlah wilayah pertambangan Bangka dan Belitung.


Hingga kini, pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih terus berlangsung. Akibatnya, beberapa bagian lahan di wilayah ini mengalami kerusakan dan sulit untuk ditumbuhi tanaman. Berbekal kondisi itu, PT Dona Kembara Jaya, sebuah perusahaan pertambangan timah melakukan gerakan pemulihan lahan tambang di kawasan Ketapang, Kota Pangkalpinang.

Sejak tahun 2006, kawasan yang diberi nama Bangka Botanical Garden (BBG) akhirnya menjelma sebagai lokasi agrowisata yang subur, tenang dan teduh. Di atas lahan seluas 200 hektare(ha), terdapat pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan terpadu. Dulunya, BBG adalah lahan bekas tambang yang direklamasi sedemikian rupa.

Awalnya hanya untuk menanam bibit-bibit pohon kebutuhan reklamasi pasca tambang timah. Namun, terus berlanjut sebagai tempat agrowisata yang menyenangkan. Sebagai tempat tujuan wisata alam, BBG direkomendasikan bagi pengunjung yang membutuhkan ketenangan dan ingin menikmati suasana hijau nan damai.

Di dalam BBG, terdapat deretan pohon cemara di tepi jalan lurus tanah merah. Jika berada di dalamnya, tidak terasa tengah berada di sebuah tempat yang berdekatan dari sungai dan pantai. Masuk lagi ke dalam, pengunjung menemukan rumah panggung berbahan kayu, yang mencirikan rumah adat orang Melayu pada umumnya di Pulau Bangka. Tak jauh dari rumah panggung, ada beberapa kolam yang berisi ikan mujair, nila, mas, patin dan kepiting.

Pertanian di BBG sangat beragam dan dikembangkan secara organik. Berwisata sambil belanja hasil pertanian BBG rasanya seru. Pengunjung dapat memetik buah naga langsung dari pohonnya. Atau membeli sayur bayam yang masih segar karena baru dipanen.

Menariknya lagi, pohon kurma juga tumbuh subur di atas tanah BBG. Bibit-bibit pohon pucuk merah sebagai peneduh halaman rumah, banyak tersedia di tempat ini. Ingin berkuda, BBG menyiapkannya bagi Anda yang senang berpetualang seperti di lokasi peternakan ala koboi Amerika. Beberapa kuda lengkap dengan pemandunya siap memanjakan pengunjung.

Jangan lupa, BBG identik dengan susu sapi yang diperas langsung dari peternakan. Sapi di BBG adalah jenis sapi Friesland Holstein yang aslinya berasal dari Belanda. Susu terbaik dihasilkan sapi-sapi jenis ini. Tidak jarang pengelola BBG membagikan susu sapi segar gratis dalam momen-momen tertentu.

Ada juga sapi jenis limousin, Prancis dan black angus, Skotlandia serta sapi lokal yakni Bali. Dari puluhan ekor sapi ini, BBG menghasilkan sedikitnya 4 ton pupuk kompos. Air seni sapi tidak dibuang begitu saja karena cocok untuk pupuk dan gas pembangkit listrik.

Capek berkeliling BBG. tak usah khawatir. Tersedia warung-warung berkonsep sederhana namun menyediakan menu lengkap. Tidak hanya sekadar bakso, mie ayam, kelapa muda, tapi steak juga ada. Mau bersantai bersama keluarga sambil memancing, silakan sewa pondok kecil di tepi danau, nikmati suasana alami yang begitu menyenangkan.

Lokasi BBG dapat ditempuh sekitar 14 km dari pusat Kota Pangkalpinang. Arahnya sama saat menuju Pantai Pasir Padi Pangkalpinang. BBG Cuma berjarak sekitar 7 km dari Bandara Depati Amir Bangka. Jalan-jalan ke Kota Pangkalpinang, yuk jangan lewatkan singgah ke BBG. Pengelola tidak menarik iuran alias gratis.

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon