Jumat, 17 Juli 2015

Gunakan Prinsip Ini Agar Penderita Diabetes Nyaman Berpuasa!

Tags


Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Selain melaksanakan kewajiban agama, puasa pun ternyata memiliki beberapa keuntungan bagi kesehatan. Tubuh kita akan terasa lebih bugar.


Beberapa ahli kesehatan mengatakan, puasa dapat meningkatkan fungsi otak, menetralkan racun tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengontorol dan menurunkan berat badan, serta menjaga kesehatan organ vital tubuh, seperti jantung, ginjal, saluran pencernaan, juga dapat mengontrol gula darah, terutama bagi orang dengan diabetes. Yusmiyati S.Gz, Ahli Gizi dari Rumah Sakit UGM mengatakan, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan orang dengan Diabetes ketika melaksanakan puasa, dengan memperhatikan beberapa hal, agar puasa orang dengan Diabetes dapat berdampak positif bagi dirinya. Ia mengatakan, Diabetesi atau orang dengan Diabetes harus menjalankan prinsip 3 J, yaitu Tepat Jumlah, Tepat Jenis dan Tepat Jadwal.

Tepat Jumlah maksudnya para Diabetesi harus mengkonsumsi makanan dalam jumlah kalori yang sesuai dengan berat badan atau ukuran tubuhnya. Ahli gizi akan menghitung kebutuhan kalori harian yang dibutuhkan diabetesi. Selain itu, maksud dari Tepat Jenis sendiri adalah Diabetesi tentang bahan makanan yang dianjurkan, bahan makanan yang dibatasi dan bahan makanan yang harus dihindari. Secara umum pantang makanan yang manis-manis.

Ia mengimbau para Diabetesi untuk menghindari konsumsi makanan dengan kandungan gula atau indeks glikemik tinggi dan lemak yang tinggi. Beberapa makanan yang harus dihindari diantaranya seperti cake, bubur, gula, sirup, kue manis ,makanan gorengan dalam jumlah besar, jeroan, seefood, lemak binatang, santan kental, produk olahan susu dan makanan lain yang mengandung gula dan lemak tinggi. Para Diabetesi pun harus mengkonsumsi karbohidrat yang kaya serat seperti Nasi merah, jagung, umbi-umbian dan kacang-kacangan.

Sementara “J” yang ketiga adalah Tepat Jadwal, yang mana Tepat Jadwal ini dimaksudkan para Diabetesi saat waktu mengkonsumsi makanan maupun pembagian makanan saat buka puasa maupun makan sahur. Makan pertama dilakukan saat buka puasa sebanyak 25% Kalori. Kedua, makanan utama dikonsumsi setelah sholat tarawih sebanyak 25% kalori. Ketiga, Snack pertama dikonsumsi menjelang tidur malam sebanyak 10% kalori. Dan ketika makan sahur, makanan utama dimakan sebelum imsyak sebanyak 30% kalori, dan snack dikonsumsi setelah imsyak sebanyak 10% kalori.

Para Diabetesi pun harus menjalankan pola gizi seimbang yang terdiri dari 60%-70 % karbohidrat, protein 10-15 % dan lemak 20-25%, dengan mengkonsumsi komposisi makanan lengkap yang terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, mineral, cairan . Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang bervariasi, baik dari jenis, warna, rasa dan teknik pengolahannya. Menu keluarga dapat diterapkan juga untuk Diabetesi, karena penggunaan gula dalam bumbu masakan masih diperbolehkan sesuai takaran. Prinsipnya Nikmati, Batasi dan Imbangi.

Selain itu, Pilih jenis makanan selingan padat kalori diantara waktu makan, tapi ingat jumlahnya harus terkontrol. Beberapa jenis makanan selingan yang direkomendasikan diantaranya seperti sandwich, kentang rebus, ubi rebus, singkong rebus, pisang rebus. Selingan rebusan dan buah-buahan sangat dianjurkan.

Melengkapi kebutuhan serat untuk tubuhnya, karena serat merupakan salah satu tipe kabohidrat kompleks yang tidak dapat dihancurkan oleh sistem pencernaan tubuh serta tidak menambah kalori, sehingga sangat penting untuk mengontrol gula darah Diabetesi. Kebutuhan mengkonsumsi air saat berpuasa merupakan hal lain yang harus dicukupi oleh Diabetesi maupun yang tidak. Kebutuhan minum setiap orang berbeda-beda, tergantung pada berat badan, aktifitas, kondisi fisik dan penyakit. Bagi orang normal dengan kondisi fisik sehat, mengkonsumsi delapan gelas air perhari, setara dengan meminum 1,9 liter.


Prinsip olahraga bagi diabetesi adalah latihan fisik yang berkesinambungan tanpa berhenti serta berirama , misalnya jogging 30 menit berarti diabetesi selama 30 menit sebaiknya jogging tanpa istirahat. Hal tersebut dilakukan tiga kali dalam seminggu dengan beberapa jenis olahraga yang dianjurkan seperti jogging, mendayung dan bersepeda, yang dianjurkan dilakukan saat sore hari. Diabetesi pun harus mengelola stressnya. Menurut beberapa penelitian distress psikologis dapat menimbulkan perubahan menjadi distress biologis yang berlanjut pada gangguan kesehatan.

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon