Rabu, 08 Juli 2015

Hukum Membayar Zakat Tetapi Tidak Berpuasa

Tags


Zakat berfungsi untuk membersihkan harta kita agar tetap bersih dan secara langsung sama artinya dengan membagikan seagian harta kita kepada orang yang membutuhkan. Menunaikan zakat merupakan hal wajib bagi umat Islam. Jika kita tidak berzakat, harta yang kita miliki tidak akan berkah.


Zakat bisa berupa uang, emas, hewan maupun beras. Biasanya kita membayar zakat dengan 2,5 kg beras. Tujuannya, agar di hari raya tidak ada satupun umat Islam merasa kekurangan atau kelaparan.

Dengan membayar zakat, jiwa kita akan bersih dan puasa yang kita jalani selama sebulan akan afdol bila membayar zakat. Doa yang kita panjatkan akan lagsung didengar oleh ALLAH kala kita kembali fitri dan telah membayar zakat. Zakat mengajarkan kita untuk bersikap dermawan kepada sesama dengan rasa ikhlas.

Namun, bagaimana hukumnya orang yang membayarkan zakat keluarganya sedang dia tidak menjalankan ibadah puasa? Puasa dan zakat merupakan dua kewajiban yang sama-sama harus dikerjakan oleh seorang muslim sebagaimana Sabda Rasululloh yang berbunyi:
“Islam itu ditegakkan atas lima sendi, pertama Menyaksikan bahwa Tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, kedua Mengerjakan salat, ketiga Membayar zakat, keempay Berpuasa pada bulan Ramadan, dan kelima Mengerjakan haji (HR.Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar).


Puasa yang diwajibkan adalah puasa pada bulan ramadan, sedangkan zakat wajib dikeluarkan setiap Muslim yang merdeka yang memiliki satu nishab (standar penghitungan) dan juga haul (batas waktu yang ditentukan) dari salah satu jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Selain zakat Mal (harta) seorang Muslim berkewajiban membayar zakat fitrah disebabkan karena berbuka dari puasa Ramadan, baik kecil ataupun dewasa, merdeka atau hamba, laki-laki maupun wanita, yang memiliki kelebihan makanan selama satu hari satu malam sebanyak satu Sha’ atau 4 Mud (kurang lebih 3 1/3 liter) dari makanan yang mengenyangkan.

Zakat fitrah wajib atas seseorang muslim, baik buat dirinya maupun untuk keluarga yang menjadi tanggungannya. Dengan ketentuan Mempunyai sesuatu makanan yang lebih daripada keperluan diri sendiri dan keperluan orang yang ditanggung nafkahnya untuk satu hari siang dan malam di Hari Raya dan dapat menemui dua masa (akhir Ramadan dan awal Syawal). Oleh karena itu seseorang kepala rumah tangga wajib membayar zakat fitrah untuk dirinya dan keluarganya, sebagai penyuci orang yang berpuasa daripada melakukan perbuatan keji dan buruk. Sedangkan jika ia tidak menjalankan puasa adalah satu perbuatan yang mengingkari perintah Allah SWT.

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon