Kamis, 09 Juli 2015

Kecelakaan Terjadi di Tol Cipali Karena Jalan Lurus dan Panjang

Tags


Area tol baru yang bernama Cipali ini menghantui para pengendara yang melewati. Pasalnya, semenjak dibukanya tol ini, kecelakaan sering terjadi. Bentuk jalan yang lurus dan panjang harusnya membuat pengendara nyaman karena tidak mesti berkelok-kelok dan macet seperti jalan raya umunya.


Kecelakaan terjadi biasanya diakibatkan pengemudi mengantuk. Namun, kali ini disebabkan dengan bentuk jalan. Perjalanan santai seharusnya dirasakan oleh pengendara. Namun, dengan lurusnya jalan tersebut membuat laju kecepatan mobil seperti tidak terkendali.

Tol Cikopo-Palimanan (Cipali)‎ menjadi sorotan masyarakat. Selain menjadi jalur alternatif mengurangi beban jalan dan kemacetan di Pantai Utara (Pantura) ternyata tol Cipali juga menimbulkan persoalan lain. Tol Cipali‎ menimbulkan banyak korban jiwa dikarenakan kecelakaan dari kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

Menurut Sekjen Masyarakat Transportasi Ellen Tangkudung, konstruksi jalan Tol Cipali sangat baik.
Ellen juga mengungkapkan pemudik penasaran dengan tol tersebut. Apalagi adanya kebijakan penurunan tarif sebesar 25 persen bagi pengguna jalan tol.‎ Hal itu membuat pemudik akan beralih ke Tol Cipali.

Dengan adanya kenyataan diatas, Ellen meminta adanya kewaspadaan di Jalur Pantura. Pemudik yang menggunakan Tol Cipali membuat jalur Pantura lebih lengang. Padahal, jalur tersebut menjadi pilihan pemudik roda dua.

Jumlah kecelakaan yang cukup tinggi di ruas tol baru Cikopo-Palimanan hanya dalam hitungan hari membuat polisi harus punya strategi jitu untuk menekannya. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sudah menyiapkan skenario khusus agar jumlah kecelakaan pada musim mudik Lebaran 2015 berkurang, khususnya di ruas tol terpanjang di Indonesia itu. Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Istiono mengatakan bahwa ada langkah antisipasi yang dirancang khusus untuk ruas tol Cipali.

Di ruas tol Cipali, per 10 km akan disiagakan satu mobil patroli kepolisian. Jika total panjang ruas tol mencapai 116 km, artinya, 11 atau 12 mobil patroli akan siaga di titik yang sudah disiapkan khusus. Selain itu, akan ada mobil patroli yang selalu berkeliling. Tujuannya, memelihara kecepatan para pemudik.

Penjagaan jalur A (Jakarta-Cirebon) akan lebih besar persentasenya dibandingkan jalur B (Cirebon-Jakarta). Nanti waktu arus balik, skenarionya diubah menjadi jalur B yang lebih besar (penjagaannya). Diharapkan adanya mobil polisi yang siaga membuat pengguna jalan tetap tertib. Sementara mobil patroli akan mengiramakan kecepatan kendaraan yang melaju agar tidak melampaui batas.

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon