Kamis, 16 Juli 2015

Kompensasi Korban Lapindo di Serahkan Sebanyak 781 Miliar

Tags


Berlikunya proses pencairan ganti rugi mulai dikeluhkan warga korban lumpur Lapindo. Pasalnya, hingga mendekati Lebaran, sebagian besar warga belum mendapatkan panggilan untuk validasi. Warga khawatir muncul kecemburuan di kalangan warga.


Karena proses validasi yang dilakukan bertahap, warga meminta agar pencairan dilakukan serentak. Pasalnya, warga tidak tahu alasan dari Minarak Lapindo Jaya (MLJ) menyerahkan berkas dengan cara mencicil sedikit demi sedikit. Sampai saat ini, BPLS baru memvalidasi 944 dari 3337 berkas. MLJ menyerahkan berkas itu tidak langsung semuanya. Itulah yang membuat kerja BPLS bergantung pada penyerahan berkas oleh MLJ.

Korban lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur kini sudah bisa bernafas lega. Pasalnya anggaran ganti rugi sebesar Rp 781 miliar untuk 3.000 kepala keluarga yang terkena lumpur dari PT Minarak Lapindo Jaya sudah dicairkan oleh pemerintah. Pemberian uang ganti rugi lumpur Lapindo Sidoarjo ditandai dengan nota kesepakatan (MoU) antara pemerintah dengan PT Minarak Lapindo Jaya.

Pada awalnya MoU tersebut karena melihat aspek hukum siapa yang berhak mewakili pemerintah dalam kesepakatan dengan Minarak Lapindo. Ini adalah hadiah lebaran bagi warga lumpur yang sudah menanti sekian lama. Dalam acara nota kesepakatan itu hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansyah, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yang menandatangani kesepakatan mewakili pihak pemerintah. Sedangkan dari pihak Minarak Lapindo diwakili oleh Nirwan Bakrie.


Panitia percepatan antisipasi korban Lumpur Sidoarjo sudah dibentuk sejak kabinet kerja yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Dalam kesepakatan tersebut, PT Minarak Lapindo Jaya harus mengganti uang yang dibayarkan pemerintah dengan batas maksimal selama empat tahun sejak penandatanganan MoU tersebut, tanpa ada perpanjangan. Jika PT Minarak Lapindo Jaya tak bisa membayar uang ganti rugi dari pemerintah maka semua asetnya senilai Rp 2,7 triliun akan disita.

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon