Kamis, 09 Juli 2015

Rahasia Sukses Membuat Kue Kering

Tags


HADIRKAN 80 VARIAN - Sejumlah pekerja membuat kue kering green tea di pabrik kue PT Bonli Cipta Sejahtera (BCS), Jalan Bojongkoneng, Kabupaten Bandung. Menghadapi Lebaran tahun ini perusahaan kue dengan merek dagang J&C, La Difa dan Ina Cookies membuat 80 varian kue kering, empat diantaranya merupakan varian baru, yaitu rasa seblak, pete, taro dan pindang. Produk kue kering yang sudah menembus pasar Amerika Serikat, Singapura, Brunai, Malaysia, Canada, dan Hongkong ini dijual mulai harga Rp 75.000 - Rp 200.000 per toples.


Kue kering biasa disajikan saat Lebaran untuk menjamu tamu-tamu yang datang bersilaturahmi. Sajian ini pasti akan terasa nikmat jika diolah sendiri. Tapi, memang banyak yang mengalami kegagalan saat membuatnya. Nah, tentunya anda ingin membuat kue kering,  tanpa gagal untuk hari Lebaran nanti kan? Jangan khawatir, caranya tak sesulit yang dibayangkan, kok.

Tapi agar kue kering tidak gagal, Anda perlu tahu beberapa rahasianya yaitu :

1. Siapkan semua peralatan sesuai kebutuhan. Gunakan loyang aluminium bukan besi khusus kue kering yang berdinding rendah. Loyang besi mudah menyerap panas, sehingga kue cepat gosong.
2. Pilih bahan baku berkualitas baik karena sangat memengaruhi rasa, aroma, dan penampilan kue. Khusus untuk tepung, gunakan tepung terigu protein rendah yang cocok untuk membuat kue kering renyah.
3. Jika menggunakan tepung lain selain tepung terigu, misal tepung tapioka atau sagu sebaiknya disangrai terlebih dahulu agar lebih mudah renyah.
4. Agar adonan tetap lembut dan mudah tercampur rata, ayak bahan kering seperti tepung terigu, baking powder, atau soda kue jika perlu, gula bubuk, dan garam.
5. Kocok mentega atau margarin dengan gula asal rata, kira-kira 2 menit. Pengocokan yang terlalu lama akan membuat lemak meleleh dan kue melebar saat dipanggang.
6. Agar kue kering tak gagal, jangan memasukkan bahan kering ke adonan mentega sekaligus. Bagi menjadi tiga tahap, dan aduk rata setiap tahap dengan menggunakan sendok kayu atau pisau pastry dengan gerakan perlahan agar kue tidak menjadi keras.
7. Jangan menambahkan tepung jika adonan sedikit lembek. Bungkus adonan dengan plastik dan simpan sebentar dalam lemari es. Menambahkan tepung pada adonan akan membuat kue kering keras dan beraroma tepung.
8. Perhatikan waktu dan suhu pemanggangan. Sekalipun sudah diatur, sebaiknya cek sesekali. Karena, terkadang posisi pemanggang juga berpengaruh pada tingkat kematangan. Proses pematangan kue masih berlangsung, meski kue telah keluar dari oven. Karena itu, kue kering baru matang sempurna setelah betul-betul dingin.
9. Pemanggangan terlalu lama selain membuat kue cepat gosong juga akan membuat kue kering jadi terlalu keras. Agar kue kering tidak gagal, waktu ideal pemanggangan kue kering maksimal 20 menit, sedangkan tingkat panas yang digunakan berkisar antara 130-170 derajat Celsius tergantung pada jenis dan adonan kue yang dibuat. Semakin cair tekstur adonan (seperti kue sagu keju dan semprit), suhu yang dibutuhkan pun semakin tinggi. Sedangkan kue dengan tekstur sedikit padat (seperti nastar atau kastengel), suhu yang digunakan sekitar 130 derajat Celsius.
10. Pastikan kue kering benar-benar dingin sebelum dikemas dalam stoples. Untuk jangka waktu lama gunakan wadah kedap udara untuk menyimpan kue kering, agar kualitasnya tetap terjaga.

Jika menggunakan stoples biasa, lapisi penutup stoples dengan selotip, untuk meminimalkan udara yang masuk. Kue kering yang baik dan belum dibuka dari kemasannya akan bertahan lebih dari sebulan.

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon