Rabu, 16 Maret 2016

Untuk Lelaki Camkan ini ! Gatot Sukses dengan Istri Tua, dan Terpuruk dengan Istri Muda !

Tags


Terkait Kasus hukum yang menimpa Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho bukan masalah pribadi, melainkan problematika institusi yang dapat menimpa siapa saja.

Dalam dialog yang diselenggarakan salah satu stasiun radio di Medan, Senin, Ketua Fraks Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumut Zulfikar mengatakan, kasus itu berawal dari gugatan yang diajukan pejabat Biro Keuangan Pemprov Sumut ke PTUN terkait dugaan dana bansos yang sedang ditangani Kejati Sumut

Namun gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan tersebut berkembang menjadi dugaan suap sehingga gatot Pujo Nugroho selaku pimpinan tertinggi Pemprov Sumut dianggap bertanggung jawab.

Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat menilai kasus tersebut secara jeli, sekaligus mampu bersikap arif dan bijaksana agar tidak terjebak pada asumsi yang salah. Harapan tersebut disampaikan karena ada indikasi penghakiman dan pengabaian asas praduga tidak bersalah dalam kasus yang menimpa Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

“Ada kesan seperti itu, termasuk media yang ekstrem dalam menghukum,” katanya.

Menurut dia, bangsa Indonesia sedang menghadapi masalah yang sangat serius karena sedang berada dalam arus besar korupsi. Kondisi itu tidak mudah dihindari sehingga menyebabkan banyak kepala daerah yang terjebak dalam praktik korupsi meski hanya kesalahan administrasi.

Meski menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, tetapi Zulfikar belum bersedia menjelaskan sikap parpol itu terhadap kasus yang menimpa Gatot Pujo Nugroho yang juga mantan Ketua DPW PKS Sumut.

“Saya tidak berwenang dalam menjelaskan kebijakan PKS dalam menyikapi masalah itu. “Yang pasti, ada mekanisme yang akan dijalankan,” katanya.

Meski demikian, pihaknya sangat berharap KPK dapat bersikap adil dalam menjalankan proses hukum terhadap Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Sebelumnya, KPK menetapkan Gubernur Sumut Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evi Susanti sebagai tersangka dugaan suap majelis hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Sementara Puluhan massa Jaringan Mahasiswa Intelektual Sumatera Utara (Jaminsu) menilai aparat penegak hukum di Sumut sudah tidak mampu lagi menegakkan komitmen memberantas korupsi di provinsi ini.

Sebab terbukti bahwa Kejatisu, KPK dan Kepolisian seolah-olah melindungi Gubernur SumutGatot Pujo Nugroho dengan tidak menangkap orang nomor satu di Sumut ini. Padahal sudah jelas korupsi proyek Alat Kesehatan yang bersumber dari APBD Sumut tahun 2013, Kejatisu hanya memeriksa dan mengadili pejabat di tingkatan Kabupaten/Kota.

“Kejatisu juga memberikan vaksin kebal hukum kepada Gatot terhadap penggelembungan APBD Sumut tahun 2013 di pos belanja pegawai sebesar Rp.515.303.470.202. Belanja hibah Rp.9.680.000. Bantuan sosial Rp.31.064.308.000. Dana Bagi Hasil Rp.899.150.461.725. Belanja Bntuan Keuangan Rp.1.180.808.854.234,” ucap koordinator, Bernard Simanjuntak saat berunjukrasa di depan kantor Gubernur Sumut, Selasa (28/4).

Disamping melakukan dugaan korupsi, Gatot juga telah melakukan pembohongan publik yakni dengan mempersunting wanita muda. Atas dasar itu lah pihaknya meminta Kejatisu tidak tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi dan segera periksa Gatot Pujo Nugroho.

“Kenapa orang yang terlahir bukan di Sumatera Utara bisa memimpin provinsi ini sehingga masyarakat Sumut yang menanggung seluruh utang-utang yang dilakukan Gatot untuk memenuhi kebutuhannya biaya istri-istrinya,” teriaknya lagi.

Setelah menyampaikan aspirasinya di depan kantor Gubernur Sumut, massa beralih ke Kejatisu untuk menyampaikan hal serupa. Namun akibat aksi massa ini, arus lalulintas dikawasan itu sempat mengalami kemacetan.

Dari info yang didapat Berikut dugaan berbagai kasus korupsi yang melibatkan Gatot Pujo Nugroho;
1. Memasukkan hutang kepada pihak ke tiga, Gubernur Sumut keluarkan Pergub No.10 tahun 2015 yang membatalkan Perda APBD tahun 2014. Dimana sesuai aturan, Pergub tidak bisa membatalkan Perda.

2. Mark up yang berujung tindak pidana korupsi tahun 2012 sebesar Rp7,8 triliun yang hanya teralisasi Rp7,2 triliun atau 91 persen. Pendapatan tahun 2013 Rp9,111 triliun hanya terealisasi Rp7,397 triliun atau 81,26 persen dan pendapatan tahun 2014 Rp8,6 triliun hanya teralisasi Rp7,7 triliun atau 89 persen. Akibat tidak memenuhi target, hutang Pemrovsu bertambah.

3. Hasil audit BPK terkait laporan keuangan pemerintah Daerah hutang Pemprovsu kepada Kabupaten/Kota dari 2011-2013 sebesar Rp2,2 triliun tidak dibayar, tetapi pemerintah Kabupaten/Kota diberikan Bantuan Daerah yang sarat gratifikasi.

4. Kalah terhadap godaan duniawi , Gatot yang yang dulunya sederhana dan alim, kini setelah memiliki harta mulai melirik wanita. Kasus perempuan Gatot sudah diketahui seluruh masyarakat Sumut.

5. Sudah menjadi rahasia umum setiap jabatan strategis di Pemprov Sumut diperjual belikan. Contohnya mantan Kepala Parkir bisa menjabat Kepala Biro Keuangan.

6. Pengangkatan Sekda yang sudah disetujui Presiden SBY, tetapi karena permintaan tak dilayani, akhirnya Gatot terpaksa melantik Sekda yang berstatus tersangka.

7. Dana bantuan keuangan Provinsi yang telah di sah kan DPRD Sumut pada APBD 2013 sebesar Rp1,5 triliun, ternyata tercantum Rp2,8 triliun, sehingga Fraksi PKS menolak LPJ tahun 2013.
8. Pemberian bantuan hibah ke Mesir sebesar Rp5 milliar telah melanggar ketentuan APBD dan Mendagri.

9. Tidak ada progres pencapaian visi misi seperti pembangunan 9000 ruang kelas baru dalam setahun dan menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak 12 ribu per tahun.

10. Perusahaan daerah dijadikan pundi-pundi oleh Gatot beserta kroninya. Salah satunya PD Perkebunan yang seharusnya mendapatkan untung Rp 96 milliar pertahun, namun hanya mendapatkan Rp17 milliar.termasuk juga Bank Daerah yang diwajibkan setor bila ingin menjadi pimpinan

11. Prasarana PT.Perkebunan Sumatera Utara merupakan salah satu BUMD yang ditemukan terjadinya pelanggaran terhadap Perda No.11 tahun 2007 terkait pengangkatan komisaris dan direksi priode 2015-2020. Dimana seluruhnya kader PKS.

12. Pemerintah Provinsi Sumut mengendapkan dana bantuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2015 triwulan pertama sebesar Rp250 milliar lebih untuk 33 Kabupaten/Kota yang sudah dicairkan Kas Umum Negara (KUN) ke Biro Keuangan Pemprov, namun baru dua bulan berikutnya di salurkan

13. Dari bisik – bisik tetangga Gatot Kualat pada istri tua, karena selama ini masyarakat menganggap Gatot pasangan serasi dan setia yang perlu dicontoh, hal ini sesuai pernyataan istri tuanya yang mengatakan mohon maaf pada masyarakat sumut khususnya yang selama ini ditampilkan adalah kebohongan

Peran Istri Muda di Pusaran Skandal Korupsi
Terungkapnya sejumlah kasus dugaan korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi rupanya ikut membuka kisah asmara para pelakunya. Biasanya, kisah asmara itu mengungkap peran para istri yang menyembunyikan harta milik sang suami.

Cerita terbaru datang dari skandal suap yang menjerat Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti. Keduanya dijerat dengan pasal penyuapan karena diduga sebagai dalang di balik suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.

Kasus dugaan korupsi dan suap biasanya juga mengungkap hal-hal pribadi, termasuk berapa kali para koruptor itu menikah. Beberapa yang sudah diciduk akhirnya terungkap mempunyai istri muda. Berikut ini daftarnya.

1. Gatot Pujo Nugroho

Gubernur Sumatera Utara yang baru saja ditahan KPK ini juga terungkap mempunyai istri lebih dari satu. Setidaknya di sejumlah media dan ini pun diakui Gatot bahwa tersangka Evy Susanti, yang sekarang turut ditahan, adalah istrinya. Sebelum menikahi Evy, Gatot lebih dulu menikahi Sutias Handayani.

Pria kelahiran Magelang, 11 Juni 1962, ini menikahi Sutias pada 10 Mei 1990 di Medan dan memiliki lima anak. Sutias tercatat sebagai anggota DPRD Deliserdang dari Partai Keadilan Sejahtera, partai yang juga mengusung Gatot sebagai gubernur, dari 2004-2008 saat suaminya terpilih menjadi wakil gubernur.

Gatot mengenal Evy Susanti sejak 2009, tapi belum diketahui sejak kapan keduanya melangsungkan pernikahan. Evy, menurut pengacaranya, Razman Arief Nasution, berprofesi sebagai pemilik salon kecantikan dan anggota Kamar Dagang dan Industri.

2. Luthfi Hasan Ishaaq

Bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera yang sudah dihukum 18 tahun penjara atas kasus suap impor daging ini diketahui mempunyai istri lebih dari satu. Pada 1984, Luthfi menikahi Sutiana Astika. Dari pernikahan pertamanya ini, ia mempunyai 12 anak.

Istri kedua, Lusi Tiarani Agustine, dinikahi tahun 1996. Tiga anak diperoleh dari pernikahannya dengan Lusi. Istri ketiga yang membuat namanya mencuat. Rahasia ini terungkap saat persidangan Ahmad Fathanah, terpidana kasus korupsi impor sapi.
Dalam persidangan itu dibeberkan rekaman percakapan antara Luthfi dan Fathanah.

Fathanah: Istri-istri antum sudah menunggu semua.
Luthfi: Yang mana aja. Yang pustun-pustun apa jawa sarkia.
Fathanah: Pustun.

Kata “pustun” sendiri kurang-lebih artinya sebutan untuk perempuan-perempuan yang berasal dari Pakistan, Afganistan, atau Iran. Istri ketiga Luthfi, Darin Mumtazah, kebetulan keturunan Arab. Darin dinikahi Luthfi pada 2012.

Yang membuat heboh, Darin masih duduk di bangku kelas III sekolah menengah kejuruan dan baru berumur 18. Meski begitu, hubungan mereka layaknya suami-istri. “Darin memanggil Pak Luthfi itu papa. Pak Luthfi memanggil Darin, mama,” kata Sayitno, petugas keamanan di kompleks Darin, yang mengaku mendengar percakapan keduanya.

Layaknya pasangan rumah tangga, Darin pun rindu mempunyai anak dari Luthfi. “Yah, namanya juga suami-istri, masak enggak mau punya anak?” ujar Sayitno. Saat ditanya kepada Luthfi apakah di dalam rumah tahanan ada bilik asmara, dia menjawab tak ada. “Enggak ada-lah,” tutur Luthfi seraya tersenyum, dan beberapa istri muda Pejabat lainnya yang ikut berperan melancarkan jalan menuju Hotel Prodeo (Surya)

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon