Senin, 30 Mei 2016

Aktivitas Otak sebelum Kematian

Tags


Kematian merupakan misteri dimana prediksinya jarang sekali dimengerti. Organ tubuh yang paling utama adalah jantung dan otak. Selama ini, proses kematian dianggap mulai dari jantung yang berhenti berdetak kemudian lama kelamaan otak kehabisan nutrisi dan terjadilah kematian. Namun nyatanya, seorang peneliti dari University of Michigan mendapatkan hasil yang berbeda ketika ia melakukan penelitian terhadap tikus. 

Dr. Jimo Borojigin mengungkapkan fakta bahwa kematian berawal dari jantung yang melemah ternyata terbalik. Ketika menjelang kematian, aktivitas otak seseorang akan meningkat dan mengirimkan sinyal ke jantung. Borijigin menjalaskan, pengurangan oksigen dan glukosa ketika serangan jantung terjadi dapat menstimulasikan aktivitas otak. Aktivitas ini merupakan karakteristik proses alam bawah sadar. Peningkatan aktivitas itulah yang kemudian membuat orang-orang yang pernah sekarat tapi selamat (biasanya disebut mati suri) kemudian tampak seperti bisa mengalami pengalaman spiritual. 

Borijigin menduga otak menjadi organ utama yang terlibat saat menjelang kematian. Hal itu disebabkan oleh lusinan senyawa kimia yang dilepaskan kemudian frekuensi gelombang otak mningkat memengaruhi jantung. Sinyak otak yang disebut tersinkronasi akan membuat detak jantung melambat yang jika sinyal tersebut terhalang, bisa membuat jantung bagian bawah gagal memompa darah secara signifikan. Borijigin mengatakan bahwa pemblokiran koneksi elektrik antara otak dengan jantung saat serangan jantung terjadi mungkin bisa meningkatkan peluang pasien untuk selamat.

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon