Senin, 16 Mei 2016

Modus Kunjungan Kerja DPR Negara Dirugikan Triliunan Tiap Tahun

Tags

Dugaanya adanya modus kunjungan kerja fiktif yang dilakukan di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat sudah mulai nampak dan telah beredar. Adanya pemantauan yang lemah serta itikad baik sebagian anggota DPRD menjadi studi kasus permasalahan ini, padahal jumlah uang yang diterima oleh tiap-tiap anggota DPR itu sungguh fantastis besarnya. 

Kabarna bahwa setiap adanya reses setiap tahun, DPR akan menerima Rp.225 juta untuk melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah, apabila dihitung tiap tahun ada lima kali reses, maka besarnya uang yang diterima sekitar Rp.1.125 miliar tiap tahunnya, belum lagi ditambah dengan anggaran kunjungan kerja di luar masa reses sebesar Rp.420 juta setiap tahunnya ditambah juga alat kelengkapan DPR tiap tahun saat akan melakukan kunjungan ke luar negeri.

Ruang Sidang DPR RI

Kondisi seperti itu menjadikan besaran semua anggaran kunjungan kerja membangkak untuk 560 anggota DPR ditahun 2016 yang mencapai Rp.1.4 triliun atau sekitar Rp.2.5 miliar untuk setiap anggota DPR. Ditegaskan oleh Jusuf Kalla dengan adanya kunjungan kerja fiktif tersebut agar oknum DPR ditindak tegas, karena kunjungan kerja fiktif tersebut tidak hanya masalah keuangan negara sekaligus kinerja DPR.

Adanya dugaan kunjungan kerja fiktif ini dimulai dengan adanya surat dari F-PDI.P yang diragukan oleh beberapa pihak, surat tertanggal 10 Mei itu, yang berbunyi bahwa F.PDI.P untuk membuat laporan kunjungan kerja perorangan masa reses yang dilakukan sepanjang tahun 2015 serta kunjungan kerja diluar masa reses. Permintaan itu dibuat karena adanya surat dari Sekjen DPR tentang adanya keraguan yang ada hubungan dengan pelaksanaan kunjungan kerja tersebut. Dampaknya adalah negara berpotensi dirugikan sekitar Rp.945.46 miliar.

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon