Sabtu, 20 Agustus 2016

Australia dan Timor Leste Masih Berunding Soal Batas Laut

Tags

     
   Presiden pertama Timor Leste Rala Xanana  Gusmao menyatakan jika prosese perundingan batas laut antara Timor Leste dan Australia masih berlangsung di Mahkamah Internasional PBB di Den Haaq, Belanda.
       “Saya harus menjelaskan bahwa ubungan Timor Leste dan Australia mesra-mesra saja. Tapi hubungan tetap jadi hubungan,” katanya ketika ditemui sebagai seorang pembicara di The 2nd Annual Malang International Peace Confrence (AMIPEC) di Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang.
       Bagi Xanana, apa yang dilakukan oleh Australia mengibaratkan jika sengketa itu sebagai bentuk perselisihan antara negara besar dengan negara kecil. Di mana Australia sebagai negara besar ingin mengganggu negara kecil seperti Timor Leste.
       Dia juga mangatakan pada kesempatan yang sama, kalau Timor Leste telah mengirim surat ke Mahkamah Internasional pada 28 Juli terkait sengketa kedua negara.
       “Saya tadi hanya kasih contoh bagaimana di tempat-tempat lain itu, negara berkuasa bikin ulah terhadap negara negara kecil atau lemah.  Tetapi bukan berarti tidak memiliki hubungan yang saling menghormati. Kalau mesra tetap mesra”
       Direncanakan jika tanggal 29 Agustus nanti, perwakilan Timor Leste akan kembali mengunjungi Den Haaq untuk melanjutkan perundingan.
       Tanggal 20 Mei 2012, Ausrtalia dan Timor Leste membuat kesepakatan untuk pembagian sumber daya alam di negara tersebut. Meski hal demikian terjadi, kedua negara belum memiliki batas maritim. Hal ini membuat Tior Leste mengirimkan surat perundingan pada PBB.
      





PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon