Senin, 01 Agustus 2016

Imbauan Kapolri Terkait Kasus Pembakaran di Tanjung Balai

Tags



       Baru-baru ini telah dilaporkan terjadinya pemabakaran sebuah rumah ibadah di daerah Tanjung Balai , Sumatera Utara (29/72016). Kasus inu cukup menyita perhatian publik, mengingat peristiwa yang terjadi berkaitan erat dengan isu SARA.
       Hal ini dikabarkan bermula dari protes salah seorang warga, yang kemudian merasa terganggu dengan suara dari salah satu rumah ibadah di tempat tersebut. Awalnya, aparat kepolisan  telah menengahi kelompok warga yang bertikai tersebut, namun warga lain kemudian ikut terpicu kemarahannya, setelah kabar yang beredar di jejaring sosial.
       Untuk mencegah aksi serupa, Polri akan bekerjasama dengan Kementrian Komukiasi dan Informatika
       “Kami akan berkoordinasi degan Menkominfo bagaimana pengawasan untuk media sosial Twitter, Facebook, dan lainnya” ujar Kapolri Jenderal Tito Karniavan, di bandara Halim Perdana Kusuma, Minggu (31/7/2016).
       Menurutnya, salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah adanya berita yang bisa memprovokasi di media masa, adalah dengan meminta provider internasional memiliki server di Indonesia.  Selain kedua cara di atas, dan terlibatnya peran pemerintah untuk menentukan langkah antisipasi, Kapolri meminta agar masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi lewat pemberitaan di media sosial.
       “Jangan sampai mudah terprovokasi berita-berita yang belum tentu benar, dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kami mengimbau netizen pengguna jejaring sosial, tolong jangan menyebarkan isu negativ” ujarnya.
       Selain itu, ia pun telah meminta jajaran kepolisian, para kapolda, dan jajaran TNI, pemda, hingga masyarakat dan tokoh agama agar, jangan sampai mudah terpancing, isu-isu negatif.
      

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon