Minggu, 14 Agustus 2016

Nasib Anak dan Bapak yang Pukuli Guru Kini Penuh Penyesalan

Tags




       Karena kemarahan meluap-luap yang ditunjukkan oleh orangtua MA (15) yang berakhir dengan pemukulan orangtuanya terhadap sang guru, kini MA harus menangis di dalam jeruji besi bersama sang ayah.
       MA yang kini telah dikeluarkan oleh pihak SMKN Makassar hanya bisa menangis, dan meratapi nasibnya yang takut mendapatkan pengucilan dari kawan sebayanya sambil menunggu proses peradilan.

       Secara resmi, akhirnya pihak SMKN 2 Makassar megeluarkan MA, tersangka pengeroyokan oknum guru bersama ayahnya Adnan (42). Ketika dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Chaidar Madja selaku Kepala Sekolah membenarkan hal tersebut. Menurutnya, keputusan tersebut sudah diambil berdasarkan pertemuan dan laporan guru lainnya.
       MA dan ayahnya kini telah berstatus tersangka dan kasusnya diambil alih oleh dari Polsek Tamalate ke Polrestabes Makassar.
       Sejak di tahan pada Rabu (10/8/2016) malam, Adnan dan putranya ditahan di sel  Markas Kepolisian Resort Kota Tamalate, beralamat di Jl Danau Tanjung Bunga, Tamalate Makassar. Kepindahan dua orang tersangka mendapat pengawalan sejumlah aparat menggunakan mobil Patroli Mapolsek Tamalate.

       Sebelum kepindahannya tersebut, Kepala Badan Perlindungan dan Pemberdayaan Anak (BPPA) Makassar, Tenri A Palallo datang dan menjenguk MA. Ia hadir bersama dengan seorang psikolog anak Iyan Afriani.
       Sempat berdialog selama 30 menit, psikolog anak tersebut menyatakan jika MA merasa takut dikucilkan teman-temannya di SMKN 2 Makassar. Dia juga mengaku menyesali tindakannya dan takut, karena tak bisa lagi bersekolah.
       Di dalam penjara MA diketahui sering menangis mengulang penyesalannya. Dia juga menulis pesan menggunakan pensil gambar.
      

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon