Rabu, 03 Agustus 2016

Orangtua Dari Tentara Muslim yang Dihina Trump Angkat Bicara

Tags


       Baru-baru ini, nama Kapten Humayun Khan, seorang tentara muslim Amerika Serikat yang meninggal dalam ledakan bom bunuh diri, akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat dalam pemilihan Presiden As.

       Khizr dan Ghazala Khan yang merupakan orangtua Humayun, saat ini tengah ‘berperang’ melawan Capres dari partai Republik, Donald Trump. Setelah keduanya menyatakan dukungan mereka pada Hillary Clinton.

       Pidato Khizr Khan baru-baru ini mengatakan jika Capres dari Partai Republik, Donald Trump, tidak memiliki empati sebagai seorang pemimpin negara dan tak melakukan pengorbanan apa-apa.
       “Sama seperti imigran lain, kami datang ke negara ini dengan tangan kosong. Kami percaya akan demokrasi Amerika, yakni dengan kerja keras dan kebaikan negara ini, kami dapat berkontribusi...” ujar Khizr.

       Di kesempatan yang sama Khizr juga menceritakan mengenai cita-cita sang anak untuk menjadi pengacara militer. Ia juga menyanjung Hillary karena menyebut anaknya sebagai ‘putera bangsa terbaik yang dimiliki As’.

       Pembahasan itu pun dilanjutkan mengenai Trump, sosok yang dikenal sangat sentimen pada imigran dan Muslim.
       Mendengar pidato itu rupanya membuat pengusaha tersebut tak suka diserang oleh Khizr. Dia sendiri bahkan menuduh Hillary Clinton di balik pidato yang memukau tersebut.

       “Siapa yang menulis pidato orang itu? Hillary? Dengar ya, saya banyak melakukan pengorbanan. Saya bekerja dengan keras, sangat kera” kata Trump ketika diwawancari oleh ABC News. Sikap Donald Trump justru menimbulkan serangan balik dari sejumlah pihak, termasuk dari kalangan Partai Republik sekalipun, mengecam ‘hinaannya’ pada orangtua seorang tentara yang tewas demi negaranya.
      


PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon