Jumat, 26 Agustus 2016

Saksi ahli Katakan Sidang Jessica Bisa Segera Diputuskan Tanpa Bukti

Tags



       Edwar Omar Sharif Hiariejyang merupakan pakar hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan dalam sidang kasus kematian wayan Mirna Salihin yang berlangsung kemarin, (25/8/2016)  menyatakan bahwa pembuktian hukum dalam perkara sebuah tindak pidana tidak memerlukan adanya bukti langsung atau direct evidence.
       “Dalam hukum pembuktian ada direct evidence, berupa bukti langsung dan circumstantial evidence, yaitu bukti tidak langsung dan berdasarkn pada fakta-fakta yang bisa dibuktikan” kata Edward.
       Menurut penjelasan Edward, circumtantial evidence bisa didapatkan dari sejumlah surat keterangan saksi, keterangan ahli, keterangan terdakwa dan sejumlah keterangan di dalam sidang, mejelis hakim dapat memutuskan perkara.
       Jaksa penuntut umum (JPU) yang mendengarkan keterangan saksi ahli kemudian menyanakan lebih lanjut bagaimana keterangan ahli dapat dijadikan sebagai salah satu alat bukti yang bisa digunakan majelis hakim untuk memutuskan sebuah perkara.
       “Jenis keterangan ahli ada lima, pertama keterangan ahli dari segi bahasa, kedua keterangan ahli sacara teknis suatu prosedur, sedangkan keterangan ahli yang ketiga adalah yang menjelaskan suatu peristiwa berdasarkan fakta yang dikumpulkan terlebih dulu, baik dari media massa, tayangan yang disaksikan dan lainnya. Berikutnya saksi ahli yang melakukan penelitian baik terhadap korban, pelaku, maupun alat yang dipergunakan , sedangkan saksi kelima  adalah saksi yang memberikan keterangan berdasarkan keahlian tanpa melakukan pengamatan atau observasi” lanjut Edward.
       Diketahui juga jika kesaksian ahli memiliki corak, yakni  ahli tersebut tidak boleh masuk ke dalam kasus konkret yang tengah disidangkan.
      

PolisiOnline.net adalah Situs Perlawanan Terhadap Kejahatan Internet (Cyber Crime) yang dipersembahkan oleh RIZALmedia. Hubungi : Kontak PolisiOnline.net.


EmoticonEmoticon